Operator digunakan untuk menentukan sebuah nilai dengan melakukan suatu prosedur, atau dengan suatu
operasi dari beberapa nilai. Nilai yang digunakan dalam sebuah operasi disebut operand. Penjumlahan
adalah sebuah contoh sederhana dari suatu operasi.
Sebagai contoh : 2 + 4
2 dan 4 adalah sebuah operand. Ekspresi ini akan menghasilkan 6.
Arithmetic Operator (Operator Aritmatika)
PHP menggunakan operator arithmetic dasar :
Operator Aksi Contoh Penejelasan
+ Penjumlahan 5 + 9 Menghasilkan nilai : 14
– Pengurangan 9 – 4 Menghasilkan nilai : 5
* Perkalian 5 * 6 Menghasilkan nilai : 30
/ Pembagian 20 / 4 Menghasilkan nilai : 5
% Modulus 9 % 4 Menghasilkan nilai : 1PHP mengabaikan karakter spasi dalam sebuah operasi. Ekspresi $x = 5 + 9 dengan dengan $x=5+9 akan
menghasilkan nilai yang sama. Penggunaan spasi disesuaikan dengan keinginan dari para user.
Unary Operator
Tanda minus ( – ) digunakan dengan sebuah nilai numerik tunggal untuk menegatifkan sebuah
bilangan (untuk membuat negatif bilangan postif atau membuat postif bilangan negatif).
Contoh :
$x = 2;
$y = -$x; // $y = -2
$i = -234;
$j = -$i; // $j = 234
Variable Assignment Operator
Tanda sama dengan ( = ) digunakan untuk mengatur atau menetapkan nilai suatu variabel. Oleh
karena itu tanda tersebut dikenal sebagai operator penugasan.
Contoh :
$x = 1;
$y = x + 1;
$luas = $panjang * $lebar;
$statements = “Yes”;
Variabel disebelah kiri tanda ( = ) akan diberikan nilai dari ekspresi disebelah kanan tanda ( = ).
Comparison Operator (Operator Perbandingan)
Operator perbandingan digunakan untuk menguji suatu kondisi. Ekspresi yang menggunakan operator
perbandingan akan selalu menghasilkan nilai boolean, yaitu antara true (benar) atau false (salah).
Contoh :
$i = 4;
if ($i < 6) print “akan dilakukan pencetakan”;
// ekspresi ‘$i < 6’ adalah benar
if ($i > 6) print “tidak akan tercetak”;
// ekspresi ‘$i > 6’ adalah salah
Beberapa operator perbandingan yang lain adalah sebagai berikut :
Operator Arti Contoh Menghasilkan benar (true) ketika :
== Sama dengan $i == $j $i dan $j mempunyai nilai yang sama
< Kurang dari $i < $j $i kurang dari $j> Lebih dari $i > $j $i lebih dari $j
<= Kurang dari atau
sama dengan
$i <= $j $i kurang dari atau sama dengan $j
>= Lebih dari atau
sama dengan
$i >= $j $i lebih dari atau sama dengan $j
!= Tidak sama
dengan
$i != $j $i tidak sama dengan $j
<> Tidak sama
dengan
$i <> $j $i tidak sama dengan $j
=== Identik $a ===
$b
Benar jika $a sama dengan $b, dan keduanya
memiliki type data yang sama.(hanya dalam PHP4)
Ingat !
Tanda ( == ) merupakan operator perbandingan untuk menguji suatu variabel sedangkan tanda ( = )
adalah operator penugasan untuk memberikan nilai kepada suatu variabel. Perhatikan dua contoh dibawah
ini.
Contoh salah !
$i = 3;
if($i = 5) print “lima”;
// akan mencetak lima. Pernyataan $i=3 akan diabaikan
$i = 3;
if(5 = $i) print “lima”;
/* parse error terdapat kesalahan. PHP berusaha memberikan nilai
$i kepada bilangan 7
*/
Contoh Benar !
$i = 3;
if($i == 5) print “lima”;
// $i == 5 menghasilkan nilai false (salah) sehingga pernyataan
// print “lima” tidak dijalankan.
$i = 3;
if(5 == $i) print “lima”;
// 5 == $i menghasilkan nilai false (salah) sehingga pernyataan
// print “lima” tidak dijalankan.
$a = “7”;
$b = 7.00;print ($a == $b); // mencetak 1 (true)
print (($a == $b) and (gettype($a) == gettype($b))); // mencetak 0
Logical Operator (Operator Logika)
Operator logika digunakan untuk mengkombinasikan kondisi, sehingga beberapa kondisi dapat
dievaluasi atau diperiksa dalam sebuah ekspresi. Sebagai contoh logika AND akan bernilai true
jika semua kondisi benar. Tabel berikut ini menunjukkan semua anggota dari operator logika :
Operator Contoh Bernilai benar jika :
AND / and $i && $j atau $i AND $j $i dan $j bernilai bernilai benar
OR / or $i || $j atau $i OR $j Salah satu atau kedua variabel bernilai benar
XOR $i XOR $j Salah satu variabel bernilai benar, tetapi tidak
keduanya benar
NOT !$i $i tidak bernilai benar
Contoh :
$i = 1;
$j = 2;
$k = 3;
if($i==1 && $j==2 && $k==3) print “akan tercetak”;
// akan mengeksekusi pernyataan print
if($i==1 OR $k==3) print “akan tercetak”;
// akan mengeksekusi pernyataan print
if($i==1 XOR $j==2) print “akan tercetak”;
// tidak mengeksekusi pernyataan print karena kedua variabel //bernilai benar
if !($i==1 && $k==3) print “akan tercetak”;
// tidak akan mengeksekusi pernyataan print
if (($i==1 && $k==3) XOR ($i==1 || $j=2) XOR ($i==1)) print “akan tercetak”;
// akan mengeksekusi pernyataan print
String Concatenation Operator
Tanda titik ( . ) sebagai operator concatenate (penggabung) digunakan untuk menggabungkan dua atau
lebih nilai string menjadi sebuah string tunggal.
Contoh :
$subjek = “saya”;$predikat = “sedang belajar”;
$objek = “PHP”;
$kalimat = $subjek.” “.$predikat.” “.$objek;
print $kalimat; // akan mencetak saya sedang belajar PHP
print “$kalimatversi 3”; // akan akan mencetak 3
print “$kalimat versi 3”; // akan mencetak saya sedang belajar PHP versi 3
print “${kalimat} versi 3”;// akan mencetak saya sedang belajar PHP versi 3
$bilangan = “<B>1</B>&nbsp;”;
$bilangan .= “<I>2</I>&nbsp;”;
$bilangan .= “<U>3</U>”;
print $bilangan; // akan mencetak 1 2 3
Variable Assignment Shortcut
Pada PHP dimungkinkan untuk melakukan penggunaan jalan pintas untuk operator pada pernyataan
penugasan dimana operand pertama adalah sebuah variabel dan hasilnya disimpan pada variabel yang
sama.
Contoh Ekivalen dengan
$x += $y $x = $x + $y
$x -= $y $x = $x – $y
$x *= $y $x = $x * $y
$x /= $y $x = $x / $y
$x %= $y $x = $x % $y
$x &= $y $x = $x & $y
$x |= $y $x = $x | $y
$x ^= $y $x = $x ^ $y
$x .= $y $x = $x . $y
$x >>= 2 $x = $x >> 2
$x <<= 2 $x = $x << 2
$x++ $x = $x + 1
$x– $x = $x – 1
Contoh :
$x = 10; // $x bernilai 10
$x++; // $x bernilai 11$x = 10; // $x bernilai 10
++$x; // $x bernilai 11
tetapi,
$x = 10; // $x bernilai 10
$y = $x++; // $x bernilai 11 tetapi $y bernilai 10
$x = 10; // $x bernilai 10
$y = ++$x; // $x dan $y bernilai 11
// penugasan terjadi setelah penambahan
6. Control Structures di PHP
Skrip PHP terdiri dari rangkaian pernyataan. Sebuah pernyataan dapat berupa assignment,
pemanggilan fungsi, sebuah loop, pernyataan kondisional atau bahkan pernyataan kosong.
Pernyataan biasanya diakhiri dengan semikolon. Sebagai tambahan, pernyataan-pernyataan
dapat dikelompokkan menjadi suatu kelompok pernyataan menggunakan kurung kurawal ( {} ).
Sebuah kelompok pernyataan merupakan sebuah pernyataan juga.
 IF
Syntax : if (expr) statement
Contoh : – if ($a > $b) print “a is bigger than b”;
– Jika statemen lebih dari satu maka :
if ($a > $b) {
print “a is bigger than b”;
$b = $a;
}
 Else
if ($a > $b) {
print “a is bigger than b”;
} else {
print “a is NOT bigger than b”;
}
Elseif
if ($a > $b) {
print “a is bigger than b”;
} elseif ($a == $b) {
print “a is equal to b”;
} else {
print “a is smaller than b”;
}
 SwitchPernyataan switch mirip dengan rangkaian pernyataan IF dengan ekspresi yang sama.
Pernyataan switch digunakan untuk membandingkan variabel yang sama (atau ekspresi) dengan
banyak nilai yang berbeda, dan menjalankan kode-kode yang berbeda tergantung pada nilai
mana variabel tersebut sama.
Sangat penting untuk memahami bagaimana pernyataan switch dieksekusi agar terhindar dari
kesalahan. Pernyataan switch dieksekusi per pernyataan. Di awal, tidak ada kode yang
dieksekusi. Ketika pernyataan case sesuai dengan ekspresi pada switch, PHP mulai mengeksekusi
pernyataan-pernyataan tersebut. PHP terus mengeksekusi pernyataan-pernyataan tersebut
hingga akhir blok switch, atau pada saat pertama kali bertemu pernyataan break. Jika tidak ada
pernyataan break, PHP akan mengeksekusi pernyataan-pernyataan pada case berikutnya.
Contoh:
switch ($i) {
case 0:
print “i equals 0”;
case 1:
print “i equals 1”;
case 2:
print “i equals 2”;
}
Pada pernyataan switch, kondisi (ekspresi) hanya diperiksa sekali dan hasilnya dibandingkan
dengan setiap pernyataan case.
 While
Perulangan while merupakan perulangan yang paling sederhana di PHP. Bentuk dasar
pernyataan while adalah :
while (expr) statement
Pada while, PHP mengeksekusi pernyataan-pernyataan bersarang (nested statement(s))
berulang-ulang, selama ekspresi yang dievaluasi bernilai benar (TRUE). Nilai ekspresi tersebut
diperiksa setiap saat di awal perulangan. Jika hasil evaluasi ekspresi adalah salah (FALSE) sejak
awal, pernyataan-pernyataan bersarang tersebut tidak akan dijalankan meskipun sekali.
Contoh :
$i = 1;
while ($i <= 10) {
print $i++; /* the printed value would be
$i before the increment
(post-increment) */
}
 Do … while
Perulangan do..while loops hamper sama dengan perulangan while, kecuali kebenaran ekspresi
dicek di akhir iterasi. Perbedaan mendasar dari perulangan while adalah iterasi pertama pada
do…while pasti akan dijalankan.
Contoh :
$i = 0;
do {
print $i;
} while ($i>0); For
Syntax : for (expr1; expr2; expr3) statement
Ekspresi pertama (expr1) dievaluasi (dieksekusi) sekali di awal perulangan. Di awal setiap iterasi,
expr2 dievaluasi. Jika benar, perulangan dilanjutkan dan pernyataan-pernyataan bersarang
dieksekusi. Jika salah, perulangan dihentikan. Di akhir setiap iterasi, expr3 dievaluasi
(dieksekusi).
Contoh :
for ($i = 1; $i <= 10; $i++) {
print $i;
}
7. Array di PHP
Array sederhana
Dalam PHP, sebuah variabel dapat dinyatakan sebagai sebuah tempat untuk sebuah nilai
tunggal. Sedangkan Array adalah sebuah tempat untuk sekumpulan nilai. Sebuah array terdiri
dari sejumlah element, yang masing-masing memiliki sebuah nilai – data yang tersimpan pada
elemen array tersebut – dan sebuah key atau index, dimana elemen tersebut dapat dirujuk.
Normalnya, sebuah index berupa integer. Secara default, array adalah basis nol, artinya elemen
pertama dari array memiliki index nol. akan tetapi index dapat juga berupa string.
Bentuk sederhana array terdiri dari serangkaian elemen yang bertanda dimulai dari nol dan
bertambah secara sekuensial. Sebagai contoh sebuah array bernama $branch, setiap elemen
berisi nama kota cabang sebuah perusahaan.
$branch[0] $branch[1] $branch[2] $branch[3] $branch[4]
“Semarang” “Surabaya” “Medan” “Bandung” “Yogyakarta”
Array dalam PHP dapat berisi elemen dari sejumlah tipe data yang berbeda. Artinya array dalam
PHP tidak harus memiliki tipe data yang sama. Setiap elemen dapat berupa tipe data apa saja.
Ada tiga jenis array di PHP:
 Numeric array – Array dengan dengan kunci ID numerik
 Associative array – Array dimana setiap kunci ID berasosiasi dengan sebuah nilai
 Multidimensional array – Array yang menyimpan satu atau lebih array
Inisialisasi array
Ada banyak cara untuk melakukan inisialisasi sebuah array. Cara pertama yang sederhana adalah
cukup dengan memberikan nilai kepada variabel array.
$branch[] = “Semarang”;
$branch[] = “Surabaya”;
$branch[] = “Medan”;Jika tanda kurung siku pada variabel array tidak diberikan nilai index, maka secara default maka
element sebenarnya bernilai index 0,1,2,…. contoh dibawah akan menghasilkan array yang sama
dengan contoh diatas.
$branch[0] = “Semarang”;
$branch[1] = “Surabaya”;
$branch[2] = “Medan”;
Dalam prakteknya, pemberian index dilakukan secara sekuensial atau berurutan. Tetapi dilain hal
dapat dilakukan peng-indekkan secara acak sesuai keinginan user.
$branch[20] = “Semarang”;
$branch[22] = “Surabaya”;
$branch[23] = “Medan”;
print $branch[23] // print Medan
Array tersebut memiliki tiga buah elemen juga tetapi indeksnya merupakan bilangan acak yaitu
20, 22, 23.
Jika menginginkan jumlah dari elemen array yang terdapat pada sebuah variabel array, dapat
digunakan fungsi count(). Fungsi tersebut mengembalikan nilai fungsi berupa integer yang
menyatakan jumlah elemen array.
$branch[20] = “Semarang”;
$branch[23] = “Surabaya”;
$branch[] = “Medan”; // memiliki indeks 24
// bilangan indeks kedua setelah
// bilangan indeks terbesar
print count ($branch) // print 3
print $branch[] // print nothing
print $branch[24] // print Medan
Cara lain untuk menginisialisasi array adalah dengan konstruksi array array(). Nilai dikirimkan
kedalam array yang akan diberikan.
$branch = array(“Semarang”, “Surabaya”, “Medan”);
print $branch[2]; // print Medan
Jika user ingin mengesampingkan indeks secara default, operator (=>) dapat digunakan untuk
memberikan indeks spesifik untuk elemen array. Pada contoh sebelumnya $branch memiliki tiga
elemen dengan indeks 0, 1, dan 2. jika user menginginkan array dengan basis satu (indeks
dimulai dari 1, 2, 3, …), maka dapat dituliskan dengan menggunakan operator (=>).
$branch = array(1 => “Semarang”, “Surabaya”, “Medan”);
$city = array(“Solo”, 7 => “Gresik”, “Brastagi”);
print $branch[3]; // print Medan
print $city[8]; // print Brastagi8. Form di PHP
Contoh Form :
<html>
<body>
<form action=”welcome.php” method=”post”>
Name: <input type=”text” name=”name” />
Age: <input type=”text” name=”age” />
<input type=”submit” />
</form>
</body>
</html>
Contoh halaman HTML di atas mengandung dua field input dan sebuah tombol submit. Ketika
user mengisi form dan mengklik tombol submit, data form akan dikirim ke file.
File “welcome.php” :
<html>
<body>
Welcome <?php echo $_POST[“name”]; ?>.<br />
You are <?php echo $_POST[“age”]; ?> years old.
</body>
</html>
Keluaran dari skrip tersebut adalah :
Welcome John.
You are 28 years old.
Untuk mengambil data form di PHP digunakan variabel $_GET atau $_POST.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s