Gunung Salak kini menjadi buah bibir. Gunung yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu kembali ramai dibicarakan setelah pesawat Sukhoi Superjet 100 yang ditumpangi oleh 45 orang jatuh di lerengnya. Belum diketahui secara pasti kondisi 45 penumpang itu.

Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.

Penelusuran sebuah pura juga dibangun di lereng Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak ini konon dibangun sebagai penghormatan terhadap Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang di Gunung Salak dan menjelma menjadi macan.

Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang dan berubah wujud menjadi macan.

Kenapa memilih di lokasi itu dibangun pura? Konon, pada tahun 1981 silam, tempat tersebut dikenal sebagai Batu Menyan. Batu menyan ini setiap harinya mengeluarkan asap. Konon masyarakat sekitar setiap hari melihat cahaya putih, dan sinar terang dari angkasa, kemudian turun ke batu.

Dengan mitos tersebut, tak heran Gunung Salak jadi terkenal angker. Banyak pendaki yang hilang lantaran tersesat. Selama ini, tak sedikit pendaki Gunung Salak mengaku ada yang mendengar gamelan atau pun melihat penampakan-penampakan mahluk halus saat mendaki Gunung Salak. Para pendaki pun disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor atau kasar selama perjalanan. Tujuannya untuk menghindari gangguan ‘lelembut’ penunggu Gunung Salak.

Tak sedikit pula terjadi kecelakaan pesawat yang jatuh di Gunung Salak. Kecelakaan ini pun disangkut-pautkan hal-hal gaib, termasuk kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.

Gunung Salak adalah gunung berapi yang mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43′ LS dan 106°44′ BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.

Gunung Salak dan mitos keheningan

Malam itu sejumlah warga sedang melakukan pengajian tepat di atas lapangan bola yang saat ini dijadikan posko SAR di Desa Pasir Pongkor, Cipelang, Cijeruk, Bogor. Namun tiba-tiba sebuah angin besar dan hujan mengguyur kerumunan warga.

Hujan juga mengguyur tepat di perkampungan mereka. Sontak warga pun berhamburan menyelamatkan diri. Bahkan beberapa warga memegang tiang tenda yang hampir porak-poranda akibat angin kencang dan hujan.

Menurut salah seorang warga kampung di lereng gunung tersebut, mitosnya penunggu Gunung Salak tidak menyukai keramaian. Sehingga alam yang mengamuk malam itu dianggap semacam teguran.

“Tiba-tiba angin besar dan warga berlari bahkan ada yang memegang tiang tenda,

Dia melanjutkan, tepat di atas lapangan yang sekarang dijadikan sebagai posko SAR dan helipad itu terdapat sebuah makam keramat yang diketahui sebagai sesepuh desa. Namun dirinya enggan menyebut makam tersebut atas nama siapa.

“Di atas lapangan, tepatnya dekat rumah warga,” terangnya.

Selain itu, semenjak kejadian angin besar tersebut warga tidak pernah lagi mengadakan sebuah acara yang menimbulkan sebuah kebisingan. Bahkan acara musik seperti dangdutan pun tak pernah terdengar di perkampungan Cipongkor.

“Hingga saat ini, tidak pernah ada dangdutan atau acara ramai di sini,” katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, ada satu hal juga yang tidak boleh dilakukan oleh para pendaki Gunung Salak, yakni berteriak-teriak saat pendakian. Menurut dia, jika hal tersebut tidak dipenuhi, bisa jadi pendaki tersebut tersesat atau bahkan hilang.

Masyarakat yang sudah mengetahui seluk-beluk Gunung Salak pun selalu memberikan informasi terhadap para penjelajah gunung untuk tidak melanggar pantangan tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s